TUGAS ETIKA BISNIS : PELANGGARAN ETIKA PADA IKLAN TELEVISI DAN REKLAME

TUGAS ETIKA BISNIS
“PELANGGARAN ETIKA DARI IKLAN TELEVISI DAN REKLAME”

DISUSUN OLEH :

FAUREZA DITA AJI PERDANA
( 01111013 )
FAKULTAS EKONOMI PRODI AKUNTANSI
UNIVERSITAS NAROTAMA
SURABAYA

Di era globalisasi sekarang ini, bentuk persaingan bisnis sudah semakin ketat dan kompleks. Demi tercapainya target yang telah ditetapkan olehmanajemen, banyak perusahaan-perusahaan menerapkan segala cara, meskipun harus mengabaikan etika atau norma-norma bisnis yang berlaku di tengah-tengah masyarakat.

Tidak sedikit iklan maupun reklame di sudut-sudut kota yang kurang tepat di dalam pemilihan kata-kata, sehingga terkesan ambigu dengan maksud pesan yang seharusnya ingin disampaikan. Bahkan tidak sedikit pemirsa televise tidak memahami apa yang dimaksud oleh iklan televisi yang sehari-hari mereka saksikan.

Dari latar belakang ini, seharusnya pemerintah lebih jeli dalam menyaring tayangan iklan maupun reklame yang akan di tayangkan tersebut. Hal ini karena masyarakat terlalu heterogen, baik secara usia, pendidikan, gender, maupun tingkat pemahaman dalam mencerna produk-produk iklan maupun reklame tersebut. Jika yang membaca reklame maupun melihat tayangan iklan di televise adalah seorang yang kurang mampu menganalisa yang baik dan buruk, maka suatu iklan atau reklame tersebut justru dapat menjerumuskan orang itu ke dalam pemahaman yang salah.

Adapun contoh tayangan iklan di televisi yang menurut penulis telah melanggar etika atau norma yang berlaku di masyarakat, yaitu :

• Iklan Axe Indonesia (http://www.youtube.com/watch?v=sshahkeTxWM)
Dalam tayangan iklan ini, menampilkan seorang pria yang memakai parfum Axe sebelum ia tidur. Dan saat tidur tiba-tiba ada empat bidadari berpakaian seksi silih berganti dating untuk menggodanya, sampai keempat bidadari ini bertengakr satu sama lain dalam mendapatkan pria tersebut.
Dalam pemahaman penulis, iklan tersebut bermaksud menyampaikan pesan bahwa dengan memakai produk parfum Axe tersebut, maka kita akan memiliki keharuman yang mempesona setiap orang yang lewat di sekitar kita, sehingga kita menjadi pusat perhatian dan secara otomatis akan membangkitkan percaya diri bagi pria yang memakainya.
Namun di sisi lain, tayangan tersebut menjadi tidak layak untuk di saksikan oleh anak kecil maupun remaja dibawah umur, karena iklan tersebut cukup mengumbar sensualitas empat bidadari tersebut dalam balutan pakaian yang minim. Jika anak-anak melihat tayangan tersebut, maka akan menimbulkan keinginan tertentu, bahkan mungkin berfantasi yang tidak seharusnya.

Contoh reklame yang ada di Surabaya :
• Reklame Sampoerna – “Buang Muka Go Ahead”
Dalam reklame ini menampilkan tiga pria yang tertutup wajahnya dengan slogan “buang muka”. Kali ini AMild hadir dengan membawa istilah “Go Ahead”, sebuah istilah yang mengacu pada asosiasi makna “ayo, maju ke depan”.
Tetapi melihat ekspresi buang muka seperti itu, mungkin penulis masih bias menebak bahwa maksud pesannya adalah jangan menyerah, terus maju walaupun di sekeliling kita seolah-olah tidak mendukung kita ataupun semakin sulit. Namun dapat juga diartikan lain oleh pihak-pihak tertentu, misalnya mereka berpendapat bahwa kita tidak perlu memperdulikan apapun kata orang maupun keadaan yang terjadi. Tetap cuek dan lakukan apa yang menurut kita benar.
Contoh-contoh seperti itu yang seharusnya dihindari, karena berkonotasi negatif. Adapun dasar dari kritik yang disampaikan penulis adalah bahwa hal ini telah melanggar Undang-undang nomor 32 tahun 2002, yang dikuatkan oleh Peraturan Bersama Menteri Komunikasi dan Informatika dan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata yang tertuang di dalam PB.32/PW.204/MKP/2008 serta 20/PER/M.Kominfo/5/2008, dimana segala hal tentang periklanan telah di atur didalamnya.
Dengan mengacu pada peraturan pemerintah tersebut, diharapkan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akan dapat melaksanakan tugasnya dengan lebih baik. Dan dapat bertindak lebih tegas bagi pelanggar hukumnya, sehingga para pemirsa pun tidak dibuat salah kaprah, melainkan dapat benar-benar memahami makna pesan yang terkandung di dalamnya.

REFERENSI :

http://www.youtube.com/watch?v=zoaSV3XkeCI

https://www.google.co.id/#hl=en&tbo=d&sclient=psy-ab&q=maksud+dari+iklan+sampoerna+-+buang+muka+go+ahead%22&oq=maksud+dari+iklan+sampoerna+-+buang+muka+go+ahead%22&gs_l=hp.3…1007794.1029428.1.1029714.48.45.0.3.3.1.605.12968.0j3j30j7j2j3.45.0.les%3B..0.0…1c.1.gRwFFra6crk&pbx=1&bav=on.2,or.r_gc.r_pw.r_qf.&bvm=bv.1355534169,d.bmk&fp=36cf4299d0716afd&bpcl=40096503&biw=1366&bih=607

http://www.scribd.com/doc/39584757/UU-Periklanan-NOMOR-20-PERlM-KOMINF015-2008-NOMOR-PB-32-PW-204-MKP-2008

TUGAS ETIKA BISNIS : PELANGGARAN ETIKA DALAM PENGGUNAAN MEDIA INTERNET

TUGAS ETIKA BISNIS
“PELANGGARAN ETIKA DARI PENGGUNAAN MEDIA INTERNET”

DISUSUN OLEH :

FAUREZA DITA AJI PERDANA
( 01111013 )
FAKULTAS EKONOMI PRODI AKUNTANSI
UNIVERSITAS NAROTAMA
SURABAYA
I. PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Di era media baru saat ini, peralihan dari media cetak konvensional ke media online turut mempengaruhi industri media Indonesia. Kini, di Indonesia semakin banyak situs news online yang menawarkan update berita terkini yang dapat diakses secara cepat melalui internet dimanapun dan kapanpun. Awalnya news online ini dipelopori oleh detik.com, lalu kemudian diikuti dengan munculnya portal online yang lain seperti okezone.com, vivanews.com, inilah.com, beritasatu.com, tribunnews.com, dan sebagainya. Media cetak maupun televisi yang memiliki program berita juga mulai meluncurkan news online mereka, seperti kompas.com, mediaindonesia.com, tempointeraktif.com, metrotvnews.com, jawapos.com, liputan6.com, tvone.co.id, seputar-indonesia.com, suarapembaruan.com, thejakartapost.com, republika.co.id, surya.co.id, gatra.com, dan masih banyak lagi (www.ajiindonesia.org).
Jurnalisme online menjadi berbeda dengan jurnalisme tradisional yang sudah dikenal sebelumnya (cetak, radio, TV) bukan semata-mata karena dia mengambil venue yang berbeda; melainkan karena jurnalisme ini dilangsungkan di atas sebuah media baru yang mempunyai karakteristik yang berbeda -baik dalam format, isi, maupun mekanisme dan proses hubungan penerbit dengan pengguna / pembacanya. Karakteristik jurnalisme online yang paling terasa meski belum tentu disadari adalah kemudahan bagi penerbit maupun pemirsa untuk membuat peralihan waktu penerbitan dan pengaksesan. Penerbit online bisa menerbitkan maumpun mengarsip artikel-artikel untuk dapat dilihat saat ini maupun nanti. Ini sebenarnya dapat dilakukan oleh jurnalisme tradisional, namun jurnalisme online dimungkinkan untuk melakukannya dengan lebih mudah dan cepat.
Banyaknya situs news online di Indonesia saat ini, selain memunculkan semangat kebebasan pers yang terasa semakin bebas di era media baru, namun juga menimbulkan sedikit kekhawatiran. Ciri kecepatan yang dimiliki oleh media online merupakan keunggulan sekaligus kelemahan. Di satu sisi, situs news online menguntungkan khalayak yang dapat mengetahui informasi terkini dengan cepat kapanpun dan dimanapun tanpa harus menunggu berita dimuat di media cetak keesokan harinya. Di sisi lain, karena sifat aktualitasnya itulah, jurnalisme online seringkali menomorduakan masalah akurasi berita. Berita yang ditulis sering belum mendapatkan verifikasi dari objek yang diberitakan.
Seiring dengan perkembangan teknologi Internet, menyebabkan munculnya kejahatan yang disebut dengan “CyberCrime” atau kejahatan melalui jaringan Internet. Munculnya beberapa kasus “CyberCrime” di Indonesia, seperti pencurian kartu kredit, hacking beberapa situs, menyadap transmisi data orang lain, misalnya email, dan memanipulasi data dengan cara menyiapkan perintah yang tidak dikehendaki ke dalam programmer komputer. Sehingga dalam kejahatan komputer dimungkinkan adanya delik formil dan delik materil. Delik formil adalah perbuatan seseorang yang memasuki komputer orang lain tanpa ijin, sedangkan delik materil adalah perbuatan yang menimbulkan akibat kerugian bagi orang lain. Adanya CyberCrime telah menjadi ancaman stabilitas, sehingga pemerintah sulit mengimbangi teknik kejahatan yang dilakukan dengan teknologi komputer, khususnya jaringan internet dan intranet.
Sehubungan dengan semakin pesatnya media online, belakangan ini membuat Dewan Pers berinisiatif membuat sebuah regulasi etika yang khusus mengatur gerak-gerik pelaku jurnalisme online. Kode etik jurnalistik yang sudah ada dinilai belum mengatur soal media online. Perlunya kode etik tersendiri bagi media online untuk memberi rambu-rambu yang lebih sesuai dengan karakter media online yang membutuhkan kecepatan penyebaran berita. “Misalnya ada berita yang harus tayang, tapi belum ada keterangan konfirmasi dari narasumber, itu kalau dinaikkan harus ada disclaimer di bagian bawah berita bahwa ini belum ada konfirmasi. Atau ada alternatif lain yang bisa dilakukan.
II. PEMBAHASAN
2.1. LANDASAN TEORI
Pengertian Etika
Pengertian Etika menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia etika adalah :
• Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral.
• Kumpulan asas / nilai yang berkenaan dengan akhlak.
• Nilai mengenai yang benar dan salah yang dianut masyarakat.
Atau dapat di definisikan bahwa etika adalah moral yang mengatur prilaku manusia secara normatif artinya memberi norma bagi perilaku manusia dan dengan demikian menyatakan apa yagharus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan.

Kode Etik
Dalam lingkup TI, kode etik profesinya memuat kajian ilmiah mengenai prinsip atau norma-norma dalam kaitan dengan hubungan antara professional atau developer TI dengan klien, antara para professional sendiri, antara organisasi profesi serta organisasi profesi dengan pemerintah. Salah satu bentuk hubungan seorang profesional dengan klien (pengguna jasa) misalnya pembuatan sebuah program aplikasi.
Seorang profesional tidak dapat membuat program semaunya, ada beberapa hal yang harus ia perhatikan seperti untuk apa program tersebut nantinyadigunakan oleh kliennya atau user; iadapat menjamin keamanan (security) sistem kerja program aplikasi tersebut dari pihak-pihak yang dapat mengacaukan sistem kerjanya(misalnya: hacker, cracker, dll).
Ada 3 hal pokok yang merupakan fungsi dari kode etik profesi:

1. Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan.
2. Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan(kalanggansocial).
3. Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluarorganisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi.

Kode Etik dalam penggunaan internet
1. Adapun kode etik yang diharapkan bagi para pengguna internet adalah:
Menghindari dan tidak mempublikasi informasi yang secara langsung berkaitan dengan masalah pornografi dan nudisme dalam segala bentuk.
2. Menghindari dan tidak mempublikasi informasi yang memiliki tendensi menyinggung secara langsung dan negatif masalah suku, agama dan ras (SARA), termasuk didalamnya usaha penghinaan, pelecehan, pendiskreditan, penyiksaan serta segala bentuk pelanggaran hak atas perseorangan, kelompok/ lembaga/ institusi lain.
3. Menghindari dan tidak mempublikasikan informasi yang berisi instruksi untuk melakukan perbuatan melawan hukum (illegal) positif di Indonesia dan ketentuan internasional umumnya.
4. Tidak menampilkan segala bentuk eksploitasi terhadap anak-anak dibawah umur.
5. Tidak mempergunakan, mempublikasikan dan atau saling bertukar materi dan informasi yang memiliki korelasi terhadap kegiatan pirating, hacking dan cracking.
6. Bila mempergunakan script, program, tulisan, gambar/foto, animasi, suara atau bentuk materi dan informasi lainnya yang bukan hasil karya sendiri harus mencantumkan identitas sumber dan pemilik hak cipta bila ada dan bersedia untuk melakukan pencabutan bila ada yang mengajukan keberatan serta bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin timbul karenanya.
7. Tidak berusaha atau melakukan serangan teknis terhadap produk, sumberdaya (resource) dan peralatan yang dimiliki pihak lain.
8. Menghormati etika dan segala macam peraturan yang berlaku dimasyarakat internet umumnya dan bertanggungjawab sepenuhnya terhadap segala muatan/ isi situsnya.
9. Untuk kasus pelanggaran yang dilakukan oleh pengelola, anggota dapat melakukan teguran secara langsung.

Pelanggaran Kode Etik Profesi IT
Aspek-Aspek Tinjauan Pelanggaran Kode Etik Profesi IT :
1. Aspek Teknologi
Semua teknologi adalah pedang bermata dua, ia dapat digunakan untuk tujuan baik dan jahat. Contoh teknologi nuklir dapat memberikan sumber energi tetapi nuklir juga enghancurkan kota hirosima. Seperti halnya juga teknologi kumputer, orang yang sudah memiliki keahlian dibidang computer bias membuat teknologi yang bermanfaat tetapi tidak jarang yang melakukan kejahatan.
2. Aspek Hukum
Hukum untuk mengatur aktifitas di internet terutama yang berhubungan dengan kejahatan maya antara lain masih menjadi perdebatan. Ada dua pandangan mengenai hal tersebut antara lain:
a) Karakteristik aktifitas di internet yang bersifat lintas batas sehingga tidak lagi tunduk pada
batasan-batasan territorial
b) Sistem hukum tradisiomal (The Existing Law) yang justru bertumpu pada batasan-batasan
teritorial dianggap tidak cukup memadai untuk menjawab persoalan-persoalan hukum yang
muncul akibat aktifitas internet. Dilema yang dihadapi oleh hukum tradisional dalam
menghadapi fenomena-fenomena cyberspace ini merupakan alasan utama perlunya
membentuk satu regulasi yang cukup akomodatif terhadap fenomena-fenomena baru yang
muncul akibat pemanfaatan internet. Aturan hukum yang akan dibentuk itu harus diarahkan
untuk memenuhi kebutuhan hukum (the legal needs) para pihak yang terlibat di dalam
transaksi-transaksi lewat internet. Hukum harus diakui bahwa yang ada di Indonesia sering
kali belum dapat menjangkau penyelesaian kasus kejahatan computer. Untuk itu diperlukan
jaksa yang memiliki wawasan dan cara pandang yang luas mengenai cakupan teknologi yang
melatar belakangi kasus tersebut. Sementara hukum di Indonesia itu masih memiliki
kemampuan yang terbatas didalam penguasaan terhadap teknologi informasi.
3. Aspek Pendidikan
Dalam kode etik hacker ada kepercayaan bahwa berbagi informasi adalah hal yang sangat baik dan berguna, dan sudah merupakan kewajiban (kode etik) bagi seorang hacker untuk membagi hasil penelitiannya dengan cara menulis kode yang open source dan memberikan fasilitas untuk mengakses informasi tersebut dan menggunakn peralatan pendukung apabila memungkinkan. Disini kita bisa melihat adanya proses pembelajaran. Yang menarik dalam dunia hacker yaitu terjadi strata-strata atau tingkatan yang diberikan oleh komunitas hacker kepada seseorang karena kepiawaiannya bukan karena umur atau senioritasnya. Untuk memperoleh pengakuan atau derajat seorang hacker mampu membuat program untuk ekploit kelemahan system menulis tutorial/ artikel aktif diskusi di mailing list atau membuat situs web, dsb.
4. Aspek Ekonomi
Untuk merespon perkembangan di Amerika Serikat sebagai pioneer dalam pemanfaatan internet telah mengubah paradigma ekonominya yaitu paradigma ekonomi berbasis jasa (From a manufacturing based economy to service – based economy). Akan tetapi pemanfaatan tknologi yang tidak baik (adanya kejahatan didunia maya) bisa mengakibatkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit.
5. Aspek Sosial Budaya
6. Akibat yang sangat nyata adanya cyber crime terhadap kehidupan sosial budaya di Indonesia adalah ditolaknya setiap transaksi di internet dengan menggunakan kartu kredit yang dikeluarkan oleh perbankan Indonesia. Masyarakat dunia telah tidak percaya lagi dikarenakan banyak kasus credit card PRAUD yang dilakukan oleh netter asal Indonesia.

Peran Etika dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi berlangsung sangat cepat. Dengan pekembangan tersebut diharapkan akan dapat mempertahankan dan meningkatkan taraf hidup manusia. Untuk menjadi manusia secara utuh, maka tidak cukup dengan mengandalkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, manusia juga harus menghayati secara mendalam kode etik ilmu, teknologi dan kehidupan. Apabila manusia sudah jauh dari nilai-nilai, maka kehidupan ini akan terasa kering dan hampa. Oleh karena ilmu dan teknologi yang dikembangkan oleh manusia harus tidak mengabaikan nilai-nilai kehidupan dan keluhuran. Penilaian seorang ilmuwan yang mungkin salah dan menyimpang dari norma, sudah seharusnya dapat digantikan oleh suatu etika yang dapat menjamin adanya suatu tanggung jawab bersama, yakni pihak pemerintah, masyarakat serta ilmuwan itu sendiri.

2.2 CONTOH KASUS
Berikut ini ada beberapa contoh kasus pelanggaran etika dalam penggunaan media internet, yaitu:

• The 414s
Pada tahun 1983, pertama kalinya FBI menangkap kelompok kriminal komputer The 414s(414 merupakan kode area lokal mereka) yang berbasis di Milwaukee AS. Kelompok yang kemudian disebut hacker tersebut melakukan pembobolan 60 buah komputer-komputer milik Pusat Kanker Memorial Sloan-Kettering hingga komputer milik Laboratorium Nasional Los Alamos. Salah seorang dari antara pelaku tersebut mendapatkan kekebalan karena testimonialnya, sedangkan 5 pelaku lainnya mendapatkan hukuman masa percobaan.

• Pembobolan Situs KPU
Pada hari Sabtu, 17 April 2004, Dani Firmansyah(25 th), konsultan Teknologi Informasi (TI) PT Danareksa di Jakarta berhasil membobol situs milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) di http://tnp.kpu.go.id dan mengubah nama-nama partai di dalamnya menjadi nama-nama unik seperti Partai Kolor Ijo, Partai Mbah Jambon, Partai Jambu, dan lain sebagainya. Dani menggunakan teknik SQL Injection(pada dasarnya teknik tersebut adalah dengan cara mengetikkan string atau perintah tertentu di address bar browser) untuk menjebol situs KPU. Kemudian Dani tertangkap pada hari Kamis, 22 April 2004.

• Contoh Pelanggaran Hak Cipta di Internet
Seseorang dengan tanpa izin membuat situs penyayi-penyayi terkenal yang berisikan lagu-lagu dan liriknya, foto dan cover album dari penyayi-penyayi tersebut. Contoh : Bulan Mei tahun 1997, Group Musik asal Inggris, Oasis, menuntut ratusan situs internet yang tidak resmi yang telah memuat foto-foto, lagu-lagu beserta lirik dan video klipnya. Alasan yang digunakan oleh grup musik tersebut dapat menimbulkan peluang terjadinya pembuatan poster atau CD yang dilakukan pihak lain tanpa izin. Kasus lain terjadi di Australia, dimana AMCOS (The Australian Mechanical Copyright Owners Society) dan AMPAL (The Australian Music Publishers Association Ltd) telah menghentikan pelanggaran Hak Cipta di Internet yang dilakukan oleh Mahasiswa di Monash University. Pelanggaran tersebut terjadi karena para Mahasiswa dengan tanpa izin membuat sebuah situs Internet yang berisikan lagu-lagu Top 40 yang populer sejak tahun 1989 (Angela Bowne, 1997 :142) dalam Hak Kekayaan Intelektual Suatu Pengantar, Lindsey.T dkk.

• Contoh Kasus Cybercrime
Komputer di gedung DPR disusupi situs porno. Sebuah alamat situs porno lengkap dengan tampilan gambar-gambar asusilanya tiba-tiba muncul di layar informasi kegiatan DPR yang diletakkan di depan ruang wartawan DPR, Senayan, Jakarta, Senin (2/8). Situs www.dpr.go.id berubah menjadi www.tube8.com dan situs porno itu tampil lebih kurang selama 15 menit, tanpa bisa ditutup ataupun dimatikan. “Wiiih gile…kok bisa muncul,” kata salah seorang wartawan yang melihat gambar-gambar asusila tersebut. Puluhan wartawan yang sedang melakukan peliputan di gedung DPR kemudian serentak mengerumuni. Beberapa terlihat tertawa dan berteriak-teriak setelah melihat gambar-gambar asusila yang silih berganti itu. Pada saat yang sama, wartawan foto juga terus sibuk mengabadikan peristiwa langka di gedung wakil rakyat tersebut. Munculnya situs porno kemudian menjadi perhatian tidak hanya para wartawan, tetapi juga para pengunjung dan tamu dewan. Sementara Kabag Pemberitaan DPR, Suratna, terlihat panik dan berusaha untuk menutup situs penyusup tersebut. Namun demikian, alamat situs porno itu tetap tak bisa dimatikan. Justru, gambar yang tadinya kecil lama-kelamaan makin besar dan nyaris memenuhi layar monitor. Semua usaha yang dilakukan tak berbuah, tiba-tiba sekitar 15 menit kemudian gambar tersebut hilang dengan sendirinya.

• Contoh kasus pencurian dokumen
terjadi saat utusan khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dipimpin Menko Perekonomian Hatta Rajasa berkunjung di Korea Selatan. Kunjungan tersebut antara lain, guna melakukan pembicaraan kerja sama jangka pendek dan jangka panjang di bidang pertahanan. Delegasi Indonesia beranggota 50 orang berkunjung ke Seoul untuk membicarakan kerja sama ekonomi, termasuk kemungkinan pembelian jet tempur latih supersonik T-50 Golden Eagle buatan Korsel dan sistem persenjataan lain seperti pesawat latih jet supersonik, tank tempur utama K2 Black Panther dan rudal portabel permukaan ke udara. Ini disebabkan karena Korea dalam persaingan sengit dengan Yak-130, jet latih Rusia. Sedangkan anggota DPR yang membidangi Pertahanan (Komisi I) menyatakan, berdasar informasi dari Kemhan, data yang diduga dicuri merupakan rencana kerja sama pembuatan 50 unit pesawat tempur di PT Dirgantara Indonesia (DI). Pihak PT DI membenarkan sedang ada kerja sama dengan Korsel dalam pembuatan pesawat tempur KFX (Korea Fighter Experiment). Pesawat KFX lebih canggih daripada F16. Modus dari kejahatan tersebut adalah mencuri data atau data theft, yaitu kegiatan memperoleh data komputer secara tidak sah, baik digunakan sendiri ataupun untuk diberikan kepada orang lain. Indentity Theftmerupakan salah satu jenis kejahatan ini yang sering diikuti dengan kejahatan penipuan. Kejahatan ini juga sering diikuti dengan kejahatan data leakage. Perbuatan melakukan pencurian dara sampai saat ini tidak ada diatur secara khusus.

III. PENUTUP
3.1. KESIMPULAN
Kebutuhan akan teknologi Jaringan Komputer semakin meningkat. Selain sebagai media penyedia informasi, melalui Internet pula kegiatan komunitas komersial menjadi bagian terbesar, dan terpesat pertumbuhannya serta menembus berbagai batas Negara. Seiring dengan perkembangan internet dan umumnya dunia cyber tidak selamanya menghasilkan hal-hal yang positif. Salah satu hal negatif yang merupakan efek sampingannya antara lain adalah kejahatan di dunia cyber atau cybercrime. Dan Kode etik yang mengikat semua anggota profesi perlu ditetapkan bersama. Tanpa kode etik, maka setia individu dalam satu komunitas akan memiliki tingkah laku yang berdeda beda yang nilai baik menurut anggapanya dalam berinteraksi dengan masyarakat lainnya. Tidak dapat dibayangkan betapa kacaunya apabila setiap orang dibiarkan dengan bebas menentukan mana yang baik mana yang buruk menurut kepentinganya masing masing, atau menipu dan berbohong dianggap perbuatan baik, atau setiap orang diberikan kebebasan untuk berkendaraan di sebelah kiri dan kanan sesuai keinginanya. Oleh karena itu nilai etika atau kode etik diperlukan oleh masyarakat, organisasi, bahkan negara agar semua berjalan dengan tertib, lancar dan teratur.
3.2.SARAN
Solusi Untuk Mengatasi Permasalahan Pelanggaran Etika Dalam Dunia Maya dan Teknologi Informasi:
 Jangan melakukan pembatasan, maksudnya adalah dalam memberikan penyelesaian dari masalah ini kita tidak boleh memberikan pembatasan terhadap perkembangan teknologi dan kreatifitas. Hal ini dapat dilihat dari penerapan pendekatan hukum yang telah digunakan masih bersifat mebatasi sehingga tidak berjalan dengan efektif
 Gunakan hukum sebagai penyedia dari hal-hal positif yang dapat dilakukan oleh Digital Native. Maksudnya adalah, hukum harus mampu memberikan perlindungan bagi perkembangan kreatifitas bagi Digital Native, bukan membatasinya
 Luruskan kekeliruan secara intensif. Yaitu dalam memberikan pengertian terhadap kesalahpahaman harus dilakukan secara intensif tidak hanya dilakukan jika terdapat kasus yang besar saja.
 Berikan pengetahuan.

SUMBER REFERENSI :
 http://wahyudifebriansyach.blogspot.com/2012/04/tugas-etika-profesionalisme.html
 http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/05/pelanggaran-kode-etik-terkait-penggunaan-hi-tech/
 http://alandacreative.blogspot.com/2012/03/artikel-tentang-kejahatan-dan-praktek.html
 https://www.google.co.id/#q=contoh+makalah+pelanggaran+etika+dari+penggunaan+media+internet&hl=id&prmd=imvns&ei=UmiFUJObMo2zrAfDpIDQBQ&start=20&sa=N&bav=on.2,or.r_gc.r_pw.r_qf.&fp=efe829462827b714&bpcl=35466521&biw=1366&bih=607

TUGAS ETIKA BISNIS : MAKALAH PELANGGARAN ETIKA BISNIS

TUGAS  ETIKA BISNIS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DISUSUN OLEH  :

 

FAUREZA DITA AJI PERDANA 

( 01111013 )

FAKULTAS EKONOMI PRODI AKUNTANSI

UNIVERSITAS NAROTAMA

SURABAYA

I. PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Akhir-akhir ini makin banyak dibicarakan perlunya pengaturan tentang perilaku bisnis terutama menjelang mekanisme pasar bebas. Dalam mekanisme pasar bebas diberi kebebasan luas kepada pelaku bisnis untuk melakukan kegiatan dan mengembangkan diri dalam pembangunan ekonomi. Disini pula pelaku bisnis dibiarkan bersaing untuk berkembang mengikuti mekanisme pasar.

Dalam sistem perekonomian pasar bebas, perusahaan diarahkan untuk mencapai tujuan mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin, sejalan dengan prinsip efisiensi. Namun, dalam mencapai tujuan tersebut pelaku bisnis kerap menghalalkan berbagai cara tanpa peduli apakah tindakannya melanggar etika dalam berbisnis atau tidak.

Hal ini terjadi akibat manajemen dan karyawan yang cenderung mencari keuntungan semata sehingga terjadi penyimpangan norma-norma etis, meski perusahaan perusahaan tersebut memiliki code of conduct dalam berbisnis yang harus dipatuhi seluruh organ di dalam organisasi. Penerapan kaidah good corporate governace di perusahaan swasta, BUMN, dan instansi pemerintah juga masih lemah. Banyak perusahaan melakukan pelanggaran, terutama dalam pelaporan kinerja keuangan perusahaan.

Peluang-peluang yang diberikan pemerintah pada masa orde baru telah memberi kesempatan pada usaha-usaha tertentu untuk melakukan penguasaan pangsa pasar secara tidak wajar. Keadaan tersebut didukung oleh orientasi bisnis yang tidak hanya pada produk dan kosumen tetapi lebih menekankan pada persaingan sehingga etika bisnis tidak lagi diperhatikan dan akhirnya telah menjadi praktek monopoli, persengkongkolan dan sebagainya.

Akhir-akhir ini pelanggaran etika bisnis dan persaingan tidak sehat dalam upaya penguasaan pangsa pasar terasa semakin memberatkan para pengusaha menengah kebawah yang kurang memiliki kemampuan bersaing karena perusahaan besar telah mulai merambah untuk menguasai bisnis dari hulu ke hilir. Perlu adanya sanksi yang tegas mengenai larangan prakti monopoli dan usaha yang tidak sehat agar dapat mengurangi terjadinya pelenggaran etika bisnis dalam dunia usaha.

II. PEMBAHASAN

2.1. LANDASAN TEORI

Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk. Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku. Etika adalah Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia.

Istilah lain yang identik dengan etika, yaitu:

• Susila (Sanskerta), lebih menunjukkan kepada dasar-dasar, prinsip, aturan hidup (sila) yang lebih baik (su).

• Akhlak (Arab), berarti moral, dan etika berarti ilmu akhlak.

Filsuf Aristoteles, dalam bukunya Etika Nikomacheia, menjelaskan tentang pembahasan Etika, sebagai berikut:

  • Terminius Techicus, Pengertian etika dalam hal ini adalah, etika dipelajari untuk ilmu pengetahuan yang mempelajari masalah perbuatan atau tindakan manusia.
  • Manner dan Custom, Membahas etika yang berkaitan dengan tata cara dan kebiasaan (adat) yang melekat dalam kodrat manusia (In herent in human nature) yang terikat dengan pengertian “baik dan buruk” suatu tingkah laku atau perbuatan manusia.

Pengertian dan definisi Etika dari para filsuf atau ahli berbeda dalam pokok perhatiannya; antara lain:

1. Merupakan prinsip-prinsip moral yang termasuk ilmu tentang kebaikan dan sifat dari hak (The principles of morality, including the science of good and the nature of the right)

2. Pedoman perilaku, yang diakui berkaitan dengan memperhatikan bagian utama dari kegiatan manusia. (The rules of conduct, recognize in respect to a particular class of human actions)

3. Ilmu watak manusia yang ideal, dan prinsip-prinsip moral sebagai individual. (The science of human character in its ideal state, and moral principles as of an individual)

4. Merupakan ilmu mengenai suatu kewajiban (The science of duty)

5. Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, etika adalah:

• Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral.

• Kumpulan asas/nilai yang berkenaan dengan akhlak

• Nilai mengenai yang benar dan salah yang dianut masyarakat.

Etika terbagi atas dua :

a. Manusia Etika umum ialah etika yang membahas tentang kondisi-kondisi dasar bagaimana itu bertindak secara etis. Etika inilah yang dijadikan dasar dan pegangan manusia untuk bertindak dan digunakan sebagai tolok ukur penilaian baik buruknya suatu tindakan.

b.Etika khusus ialah penerapan moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus misalnya olah raga, bisnis, atau profesi tertentu. Dari sinilah nanti akan lahir etika bisnis dan etika profesi (wartawan, dokter, hakim, pustakawan, dan lainnya).

Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.

Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras dengan sistem sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja.

Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata “bisnis” sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya, penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya “bisnis pertelevisian.” Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. Meskipun demikian, definisi “bisnis” yang tepat masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini. Secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industri dan juga masyarakat. Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat.

Etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena dalam kegiatan bisnis seringkali kita temukan wilayah abu-abu yang tidak diatur oleh ketentuan hukum.

Von der Embse dan R.A. Wagley dalam artikelnya di Advance Managemen Jouurnal (1988), memberikan tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :

a)      Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.

b)      Individual Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.

c)      Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.

Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis , organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen.

Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika bisnis akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang, karena :

  1. Mampu mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi, baik intern perusahaan maupun dengan eksternal.
  2. Mampu meningkatkan motivasi pekerja.
  3. Melindungi prinsip kebebasan berniaga.
  4. Mampu meningkatkan keunggulan bersaing.

Tidak bisa dipungkiri, tindakan yang tidak etis yang dilakukan oleh perusahaan akan memancing tindakan balasan dari konsumen dan masyarakat dan akan sangat kontra produktif, misalnya melalui gerakan pemboikotan, larangan beredar, larangan beroperasi dan lain sebagainya. Hal ini akan dapat menurunkan nilai penjualan maupun nilai perusahaan. Sedangkan perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika bisnis, pada umumnya termasuk perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi pula, terutama apabila perusahaan tidak mentolerir tindakan yang tidak etis, misalnya diskriminasi dalam sistem remunerasi atau jenjang karier. Karyawan yang berkualitas adalah aset yang paling berharga bagi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan harus semaksimal mungkin harus mempertahankan karyawannya.

 

Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah:

  1. Pengendalian diri
  2. Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility)
  3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
  4. Menciptakan persaingan yang sehat
  5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
  6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi)
  7. Mampu menyatakan yang benar itu benar
  8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah
  9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
  10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati
  11. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hokum positif yang berupa peraturan perundang-undangan

Etika bisnis merupakan aspek penting dalam membangun hubungan bisnis dengan pihak lain. Sukses atau gagalnya suatu bisnis sangat ditentukan oleh etika bisnis seseorang. Etika bisnis yang baik juga dapat membangun komunikasi yang lebih baik dan mengembangkan sikap saling percaya antarsesama pebisnis. Ada dua hal yang harus Anda perhatikan dalam berbisnis. Yang pertama adalah memerhatikan kepentingan dan menjaga perasaan orang lain. Yang kedua adalah mencegah terjadinya salah paham dengan orang lain, karena masing-masing budaya atau negara mempunyai etika bisnis yang berbeda. Meski begitu, terdapat beberapa etika yang berlaku umum. Perilaku dan sikap Anda bisa mencerminkan tentang diri Anda. Perilaku juga mencerminkan watak Anda sehingga ada beberapa hal yang harus dihindari. Perilaku yang hanya mementingkan diri sendiri, tidak disiplin, dan tidak bisa dipercaya, dapat membuat bisnis tidak berkembang. Etika bisnis yang tepat dapat membangkitkan sifat-sifat yang positif. Tunjukkan sifat positif Anda. Misalnya, Anda perlu tahu kapan harus menunjukkan perhatian dan belas kasih tanpa menjadi emosional. Tanamkanlah rasa percaya pada diri sendiri tanpa harus bersifat sombong. Dengan mempelajari etika bisnis, Anda akan menunjukkan bahwa diri Anda memiliki pikiran yang terbuka, sehingga akan membuat Anda dihargai oleh orang lain.

Semua etika bisnis yang baik harus didasari dengan kepekaan dan tenggang rasa. Sebaiknya Anda pelajari etika umum (termasuk juga dari negara-negara lain), mulai dari cara merespon, menyapa, dan sebagainya. Hal ini akan mampu membangun hubungan bisnis yang kuat. Anda juga harus berbicara secara hati-hati. Saat bicara pada rekan bisnis sebaiknya pikirkan kata-kata yang tepat, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, seperti misalnya membuat orang tersinggung. Etika bisnis mendorong kehati-hatian dalam berkomunikasi dan memilih bentuk-bentuk ekspresi yang bisa diterima. Cobalah untuk berpakaian secara tepat, berdiri dan duduk di tempat sesuai dengan posisi Anda pada waktu yang tepat. Jaga postur tubuh yang baik, sehingga akan menciptakan kesan yang baik dan menghindari kesalahpahaman.

Perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika pada umumnya perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi pula, terutama apabila perusahaan tidak mentolerir tindakan yang tidak etis misalnya diskriminasi dalam sistem remunerasi atau jenjang karier. Karyawan yang berkualitas adalah aset yang paling berharga bagi perusahaan oleh karena itu semaksimal mungkin harus tetap dipertahankan. Untuk memudahkan penerapan etika perusahaan dalam kegiatan sehari-hari maka nilai-nilai yang terkandung dalam etika bisnis harus dituangkan kedalam manajemen korporasi yakni dengan cara menuangkan etika bisnis dalam suatu kode etik (code of conduct), memperkuat sistem pengawasan, menyelenggarakan pelatihan (training) untuk karyawan secara terus menerus.

2.2. CONTOH KASUS

KASUS ETIKA BISNIS INDOMIE DI TAIWAN

Akhir-akhir ini makin banyak dibicarakan perlunya pengaturan tentang perilaku bisnis terutama menjelang mekanisme pasar bebas. Dalam mekanisme pasar bebas diberi kebebasan luas kepada pelaku bisnis untuk melakukan kegiatan dan mengembangkan diri dalam pembangunan ekonomi. Disini pula pelaku bisnis dibiarkan bersaing untuk berkembang mengikuti mekanisme pasar. Dalam persaingan antar perusahaan terutama perusahaan besar dalam memperoleh keuntungan sering kali terjadi pelanggaran etika berbisnis, bahkan melanggar peraturan yang berlaku. Apalagi persaingan yang akan dibahas adalah persaingan produk impor dari Indonesia yang ada di Taiwan. Karena harga yang lebih murah serta kualitas yang tidak kalah dari produk-produk lainnya.

Kasus Indomie yang mendapat larangan untuk beredar di Taiwan karena disebut mengandung bahan pengawet yang berbahaya bagi manusia dan ditarik dari peredaran. Zat yang terkandung dalam Indomie adalah methyl parahydroxybenzoate dan benzoic acid (asam benzoat). Kedua zat tersebut biasanya hanya boleh digunakan untuk membuat kosmetik, dan pada Jumat (08/10/2010) pihak Taiwan telah memutuskan untuk menarik semua jenis produk Indomie dari peredaran. Di Hongkong, dua supermarket terkenal juga untuk sementara waktu tidak memasarkan produk dari Indomie.

Kasus Indomie kini mendapat perhatian Anggota DPR dan Komisi IX akan segera memanggil Kepala BPOM Kustantinah. “Kita akan mengundang BPOM untuk menjelaskan masalah terkait produk Indomie itu, secepatnya kalau bisa hari Kamis ini,” kata Ketua Komisi IX DPR, Ribka Tjiptaning, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/10/2010). Komisi IX DPR akan meminta keterangan tentang kasus Indomie ini bisa terjadai, apalagi pihak negara luar yang mengetahui terlebih dahulu akan adanya zat berbahaya yang terkandung di dalam produk Indomie.

A Dessy Ratnaningtyas, seorang praktisi kosmetik menjelaskan, dua zat yang terkandung di dalam Indomie yaitu methyl parahydroxybenzoate dan benzoic acid (asam benzoat) adalah bahan pengawet yang membuat produk tidak cepat membusuk dan tahan lama. Zat berbahaya ini umumnya dikenal dengan nama nipagin. Dalam pemakaian untuk produk kosmetik sendiri pemakaian nipagin ini dibatasi maksimal 0,15%. Ketua BPOM Kustantinah juga membenarkan tentang adanya zat berbahaya bagi manusia dalam kasus Indomie ini. Kustantinah menjelaskan bahwa benar Indomie mengandung nipagin, yang juga berada di dalam kecap dalam kemasam mie instan tersebut. tetapi kadar kimia yang ada dalam Indomie masih dalam batas wajar dan aman untuk dikonsumsi, lanjut Kustantinah. Tetapi bila kadar nipagin melebihi batas ketetapan aman untuk di konsumsi yaitu 250 mg per kilogram untuk mie instan dan 1.000 mg nipagin per kilogram dalam makanan lain kecuali daging, ikan dan unggas, akan berbahaya bagi tubuh yang bisa mengakibatkan muntah-muntah dan sangat berisiko terkena penyakit kanker.

Menurut Kustantinah, Indonesia yang merupakan anggota Codex Alimentarius Commision, produk Indomie sudah mengacu kepada persyaratan Internasional tentang regulasi mutu, gizi dan kemanan produk pangan. Sedangkan Taiwan bukan merupakan anggota Codec. Produk Indomie yang dipasarkan di Taiwan seharusnya untuk dikonsumsi di Indonesia. Dan karena standar di antara kedua negara berbeda maka timbulah kasus Indomie ini.

III. PENUTUP

3.1. KESIMPULAN

Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis , organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen.

Seperti pada kasus Indomie masalah yang terjadi dikarenakan kurangnya pengetahuan dan informasi mengenai kandungan-kandungan apa saja yang terkandung dalam produk mie tersebut sehingga Taiwan mempermasalahkan kandungan nipagin yang ada dalam produk tersebut. Padahal menurut BPOM kandungan nipagin yang juga berada di dalam kecap dalam kemasam mie instan tersebut, kadar kimia yang ada dalam Indomie masih dalam batas wajar dan aman untuk dikonsumsi. Selain itu standar di antara kedua Negara yang berbeda Indonesia yang merupakan anggota Codex Alimentarius Commision dan karena Taiwan bukan merupakan anggota Codec sehingga harusnya produk Indomie tersebut tidak dipasarkan ke Taiwan.

3.2. SARAN

Bagi perusahaan Indomie sebaiknya memperbaiki etika dalam berbisnis, harus transparan mengenai kandungan-kandungan apa saja yang terkandung dalam produk mie yang mereka produksi agar tidak ada permasalah dan keresahan yang terjadi akibat informasi yang kurang bagi para konsumen tentang makanan yang akan mereka konsumsi.

SUMBER REFERENSI :

http://rkarinanovianaputri.blogspot.com/2009/10/minggu-18-oktober-2009-makalah-etika.htm

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/periskop/etika-bisnis-dan-pendidikan.html

http://aslanstil.blogspot.com/2011/02/makalah-etika-profesietika-bisnis-dan.html

http://erniritonga123.blogspot.com/2010/01/definisi-etika.htm

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/12/definisi-dan-pengertian-bisnis/

http://galih-chess.blogspot.com/2010/01/pengertian-etika-bisnis.html

http://www.ciputraentrepreneurship.com/bina-usaha/49-rencana-bisnis/6350-etika-bisnis-yang-baik.html

http://niknok.blogspot.com/etika-bisnis.html

http://imandarmawan01.blogspot.com/2011/11/contoh-kasus-etika-bisnis-indomie-di.html

http://novrygunawan.wordpress.com/2010/11/28/contoh-kasus-etika-bisnis-kasus-di-tolaknya-indomie-di-taiwan-tugas-etika-bisnis-ke-2/

 

Tugas Manajemen Stratejik

PT. SERASI MITRA MOBIL – mobil 88 (member of Astra Group)

Sejarah Perusahaan

Perusahaan ini pertama kali berdiri pada tanggal 11 November 1988 dengan nama PT. Arya Kharisma. Kemudian pada tahun 1999, berubah nama menjadi PT. Used Car Sales Operation. Dalam menghadapi tantangan jaman yang semakin sengit, perusahaan ini memandang perlu untuk merger dengan Auto 2000 sebagai salah satu perusahaan Astra terbesar, dalam rangka penguatan skala bisnisnya. Maka pada tahun 2000, perusahaan ini resmi bergabung dengan Auto 2000.

Dalam kurun waktu enam tahun (2000-2006), terjadi banyak perubahan di tubuh Astra sendiri sebagai suatu perusahaan swasta yang terus bertumbuh dengan pesat sejalan dengan kemajuan jaman. Dan salah satu yang difokuskan adalah dalam pembentukan suatu kualifikasi unit bisnis dalam rangka efektifitas dan efisiensi operasional perusahaan.

Maka pada tahun 2006, mobil 88 bergabung dengan PT. Serasi Autoraya yang merupakan salah satu anak perusahaan Astra lainnya. Hal ini dilakukan karena operasional bisnis PT. Serasi Autoraya memang lebih difokuskan pada bidang pelayanan dan jasa. Berikut ini adalah bagan struktur organisasi unit bisnis di PT. Serasi Autoraya :

Mobil 88 sendiri bergerak dengan bisnis utama adalah sebagai berikut:

  1. Jual-beli

Dalam operasionalnya, mobil 88 khusus bergerak dibidang jual dan beli mobil bekas dengan kualitas yang telah sesuai dengan standar di perusahaan Astra.

  1. Tukar-tambah

Kelebihan mobil 88 adalah menerima tukar tambah dengan mobil dari produksi tahun 90-an hingga sekarang. Karena pada umumnya, showroom mobil bekas lainnya tidak menyediakan layanan tersebut, terlebih untuk mobil-mobil produksi dbawah tahun 2000.

  1. Cash and Credit

Jika ingin membeli mobil di mobil 88, terdapat dua pilihan pembayaran, yaitu cash maupun credit. Untuk transaksi credit tersedia dua leasing rekanan yaitu PT. OTO Multiartha atau PT. Astra Credit Company (ACC). Adapun persyaratan kredit adalah dengan melengkapi data-data sebagai berikut :

Perorangan Perusahaan
Fotocopy KTP suami dan istri Fotocopy KTP Direktur dan Komisaris
Fotocopy Kartu Keluarga Fotocopy Akte Pendirian Perusahaan dan perubahannya
Fotocopy slip gaji Fotocopy SIUP
Fotocopy rekening tabungan Fotocopy NPWP
Fotocopy Rekening Koran Fotocopy Rekening Koran
Fotocopy PBB Fotocopy Surat Keterangan Domisili

Dengan kemudahan transaksi yang diberikan, dan dengan penjualan rata-rata 5000 unit per tahun, mobil 88 optimis dapat senantiasa menguasai pasar dan menjadi perusahaan used car terbesar di Indonesia.

Visi dan Misi

Misi : “Mengoptimalkan nilai pemegang saham dengan fokus pada mobil second yang

            menguntungkan”

 

Visi : “Menjadi perusahaan penyedia mobil second yang terbesar dan terpercaya dengan

            profit yang optimal”

 

What   Business We Are In : “Layanan penyedia kendaraan bekas yang berkualitas kepada

                                                Pengguna kendaraan (end user) maupun reseller”

 

Nilai Lebih mobil 88 di pasar mobil bekas

Mobil 88 sebagai pemimpin pasar mobil bekas di Indonesia senantiasa ingin meningkatkan kualitas layanannya kepada pelanggan setianya. Beberapa keunggulan yang dimiliki mobil 88 adalah sebagai berikut :

  • Mobil bekas berkualitas

Mobil 88 sangat mengedepankan kepuasan pelanggannya. Oleh karena itu mobil 88 selalu menyediakan pilihan mobil bekas dengan kualitas terbaik, yaitu tidak eks tabrak maupun eks banjir. Selain itu, prosedur standar yang selalu dilakukan mobil 88 adalah dengan cek fisik dan blokir untuk setiap unit yang akan dijual. Hal ini untuk memastikan apakah kendaraan tersebut benar-benar dalam kondisi layak jual atau tidak. Dan dengan prosedur tersebut dapat dipastikan mobil tersebut aman dari penyalahgunaan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

  • Tim SA dan Appraisal yang handal

Sebagai ujung tombak keberhasilannya sampai saat ini, tidak lepas dari tim pembelian (Appraisal) maupun tim marketing (Sales Advisor) yang telah teruji sesuai standar di perusahaan Astra. Selain itu attitude dalam berkomunikasi dengan pelanggan, menjadi kelebihan tersendiri yang tidak dimiliki pesaing lainnya.

  • Dokumen kendaraan terjamin

Setiap mobil yang dijual telah memiliki standar kelengkapan dokumen yang telah ditetapkan pemerintah, sehingga selain kendaraan yang siap pakai, pelanggan dapat memiliki rasa aman terhadap kelengkapan dokumen mobil yang dibeli.

  • Fasilitas Astra World

Keunggulan lain yang tidak dimiliki showroom mobil bekas manapun adalah pada fasilitas Astra World yang disediakan. Astra World adalah suatu bentuk layanan purna jual bilamana mobil mengalamim kerusakan dijalan. Jika hal itu terjadi, pelanggan cukup melakukan panggilan pada nomor contact person yang tertera pada kartu member Astra World miliknya. Maka tim Astra World akan segera membantu untuk pertolongan pertama pada kendaraan. Fasilitas ini hanya terdapat pada transaksi pembelian mobil baru produksi Astra. Dan mobil 88 sebagai satu-satunya showroom mobil bekas yang menyediakan layanan tersebut sebagai bentuk dari kerjasama yang baik diantara perusahaan afiliasi yang tergabung dalam Astra Group.

  • Event promosi tahunan

Dalam mempertahankan sekaligus meningkatkan citra yang baik di mata pelanggan, mobil 88 selalu mengadakan program-program atau event tahunan yang menarik. Contohnya adalah :

  1. Weekend Surprise

Yaitu program tahunan yang diadakan dalam 3 hari berturut-turut (jumat-minggu). Konsep acara ini adalah mengundang para customer yang pernah membeli di mobil 88 dalam kurun waktu 3 hingga 4 tahun terakhir untuk menaarkan kembali mobil-mobil bekas berkualitas jika mereka ingin mengganti mobil lama mereka. Harga yang ditawarkan pun sangat menarik. Selain itu setiap pembeli akan berkesempatan memperoleh hadiah tambahan berupa TV, DVD player, kompor gas, blender, dan hadiah-hadiah menarik lainnya langsung tanpa diundi.

2.  Gebyar hadiah

Merupakan salah satu program berhadiah Galaxy Tab. Setiap pembeli berkesempatan meraih hadiah gadget ini dengan sistem undian yang diadakan per periode pengundian. Pengumuman pemenang pun akan ditampilkan di setiap cabang mobil 88, selain itu pihak pemenang akan segera di hubungi tanpa ada biaya tambahan apapun.

3.  Program free asuransi TLO

Merupakan suatu program dimana setiap pembeli dapat memperoleh fasilitas free asuransi TLO selama 1 tahun pertama. Yang berhak mendapatkannya adalah customer (end user) yang membeli mobil dengan kualifikasi retail. Jika customer ingin meningkatkan status asuransi menjadi all risk pun sangat mudah. Dengan demikian, kepuasan customer adalah yang utama yang ingin selalu dicapai oleh mobil 88.

Kekurangan mobil 88

Seringkali tidak selamanya setiap customer akan terpuaskan dengan semua hal yang telah ditawarkan oleh mobil 88. Salah satu hal yang mungkin sering dirasakan customer adalah pada lamanya proses yang harus dilewati jika ingin membeli maupun menjual mobil. Mereka yang beberapa kali memiliki pengalaman bertransaksi dengan showroom perorangan menilai bahwa prosedur di mobil 88 masih terlalu rumit. Contohnya jika akan menjual mobilnya, customer harus melalui proses cek fisik terlebih dahulu. Dan jika mobil tersebut masih dalam periode kredit, maka pihak mobil 88 akan menguruskan proses pelunasan di leasing untuk dapat mengambil BPKB nya, baru customer akan menerima pembayaran sisa esok harinya. Memang di satu sisi, hal ini merupakan kelebihan mobil 88 namun di sisi lain sering juga menjadi hambatan bagi customer yang sangat membutuhkan dana segar seketika itu juga.

Peluang mobil 88 di masa mendatang

Perusahaan sekaliber Astra International telah banyak memiliki pengalaman dalam menjalankan bisnisnya, termasuk bertahan dalam masa-masa krisis. Tentunya mereka sudah dapat membaca peluang setiap unit bisnisnya (dalam hal ini adalah mobil 88 khusunya). Mobil 88 pun telah memiliki segudang pengalaman dan prestasi selama hampir 24 tahun berkiprah di bisnis mobil bekas. Bisnis ini sendiri selalu memiliki segmen pasar tersendiri, karena tidak semua masyarakat Indonesia memiliki kemampuan untuk membeli mobil baru. Solusinya adalah dengan membeli mobil bekas berkualitas. Dengan demikian, beberapa pengguna yang memang hobi berganti-ganti mobil pun dapat memuaskan hasrat mereka tanpa harus selalu membeli mobil baru.

Dalam mempertahankan image nya di tengah-tengah masyarakat, mobil 88 selalu melakukan inovasi dari tahun ke tahun. Saran dan kritik setiap customer yang tertuang dalam bentuk questioner pun sangat diperhatikan oleh mobil 88 dan menjadi salah satu acuan dalam memperbaiki kualitas layanan secara terus-menerus. Dalam kesemuanya itu, mobil 88 memiliki peluang yang besar untuk terus mengembangkan bisnisnya sebagai penguasa pasar mobil bekas di Indonesia.

Tantangan mobil 88

Karakter di pasar mobil bekas sangat berbeda dibandingkan dengan pasar mobil baru. Jika mobil baru seperti Auto 2000, harga selalu ditentukan oleh pabrikan yang membuatnya. Dengan beragam inovasi yang dimunculkan dalam setiap varian mobil baru, masyarakat selalu terpuaskan dari sisi kenyamanan, keamanan, dan kehandalannya. Berbeda dengan trend mobil bekas yang lebih susah untuk diprediksi. Misalnya saat harga BBM naik, atau biaya pajak kendaraan bermotor naik, beberapa masyarakat mungkin menilai bahwa lebih baik membeli mobil baru saja dengan pertimbangan efisiensi bahan bakar dari usia kendaraan atau bahkan mereka menahan dahulu untuk tidak membeli mobil.Dalam menyikapi hal-hal semacam ini, mobil 88 pun selalu berinovasi dalam kualitas layanan yang diberikan. Dan salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan membuat program atau event-event tahunan yang menarik. Selain itu, dengan selalu menjaga standar kualitas kendaraan yang ditawarkan, mobil 88 akan selalu memiliki nilai lebih dihati pelanggan setianya.

Kuesioner Internal Factor Analysis Strategy

Untuk Mengetahui Kekuatan (Strength)

Faktor strategis Nilai Bobot Rating Skor
Menyediakan mobil bekas kualitas terbaik 4 0.22 3 0.67
Mengedepankan kepuasan pelanggan 4 0.22 3 0.67
Memiliki SDM yang teruji sesuai standar Astra 3 0.17 2 0.33
Dokumen kendaraan yang terjamin 4 0.22 3 0.67
Promosi melalui berbagai event dengan hadiah menarik 3 0.17 2 0.33
         
Total 18 1 13 2.67

 

 

Ukuran Rating Kelemahan :

 

  • 1 = Sedikit kuat
  • 2 = Agak kuat
  • 3 = kuat
  • 4 = Sangat kuat

 

Ukuran pembobotan :                                                                                                                                                                            

 

  • 1 = sedikit penting
  • 2 = Agak penting
  • 3 = penting
  • 4 = sangat penting

 

Kuesioner Internal Factor Analysis Strategy

Untuk Mengetahui Kelemahan (Weakness)

Faktor strategis Nilai Bobot Rating Skor
Kurang efisien dalam waktu transaksi yang berkaitan dengan leasing 3 0.18 -2 -0.35
Prosedur transaksi yang rumit dan panjang 4 0.24 -3 -0.71
Jumlah varian mobil yang kurang beragam dibanding showroom lain 4 0.24 -3 -0.71
Proses pembayaran pada transaksi pembelian unit dan pembayaran komisi tidak boleh dengan tunai 3 0.18 -1 -0.18
Harga jual yang relatif mahal karena adanya proses rekondisi 3 0.18 -3 -0.53
 
Total 17 1 -12 -2.47

Ukuran Rating Kelemahan :

  • -1 = Sedikit lemah
  • -2 = Agak lemah
  • -3 = Lemah
  • -4 = Sangat lemah

 

Ukuran pembobotan :

  • 1 = sedikit penting
  • 2 = Agak penting
  • 3 = penting
  • 4 = sangat penting

 

Analysis Strategy

Untuk Mengetahui Peluang dan Ancaman

Faktor strategis Nilai Bobot Rating Skor
Perusahaan ini telah menorehkan banyak pengalaman dan prestasi 2 0.13 3 0.38
Memiliki segmen pasar tersendiri 3 0.19 3 0.56
Memiliki nama besar dibawah naungan Astra International 3 0.19 2 0.38
Memperbaiki layanan secara berkesinambungan sesuai tagline “solusi kami untuk senyum anda” 4 0.25 3 0.75
Mulai diproduksinya mobil-mobil yang irit dan ramah lingkungan, dengan harga lebih terjangkau 4 0.25 4 1.00
 
Total 16 1 15 3.06
Faktor strategis Nilai Bobot Rating Skor
Harga mobil bekas sangat dipengaruhi oleh BBM dan tarif pajak kendaraan 4 0.27 -2 -0.53
Showroom mobil bekas dengan banyak varian cukup menjamur di Indonesia 3 0.20 -2 -0.40
Fluktuasi selera masyarakat yang sangat beragam dari tahun ke tahun 3 0.20 -1 -0.20
Penjualan yang tidak terlalu bagus terhadap mobil produksi di bawah tahun 1997, maupun 2012 2 0.13 -1 -0.13
Peraturan baru dari BI tentang kenaikan DP minimal 30% atas transaksi kredit mobil 3 0.20 -2 -0.40
 
Total 15 1 -8 -1.67

Ukuran Rating Ancaman :

  • -1 = Sedikit terancam
  • -2 = Agak terancam
  • -3 = Terancam
  • -4 = Sangat terancam

 

Ukuran Rating Peluang :

  • 1 = Sedikit berpeluang
  • 2 = Agak berpeluang
  • 3 = berpeluang
  • 4 = Sangat berpeluang

Ukuran pembobotan :

1 = Sedikit penting

  • 2 = Agak penting
  • 3 = penting
  • 4 = Sangat penting

 

Analisis Matrik SWOT

Berdasarkan hasil-hasil yang didapat dari analisis internal dan eksternal pada Tabel seperti dituliskan di atas,  hasilnya dapat  dirangkum  sebagai berikut:

1.Skor Total Kekuatan 2.67

2.Skor Total Kelemahan 2.47

3.Skor Total Peluang 3.06

4.Skor Total Ancaman 1.67

Dari analisis tersebut di atas bahwasanya faktor kekuatan lebih besar dari faktor kelemahan dan pengaruh dari faktor peluang lebih besar dari faktor ancaman. Oleh karena itu posisi berada pada kwadran 1 yang berarti pada  posisi Growth, dimana hal ini menunjukkan kondisi intern  yang  KUAT, dengan lingkungan  yang MENDUKUNG.

Koordinat hasil analisis diatas adalah :

Koordinat  Analisis  Internal

(Skor  total Kekuatan – Skor Total Kelemahan) : 2 = ( 2.67 – 2.47 ) : 2 = 0.1

Koordinat  Analisis Eksternal

(Skor total Peluang – Skor Total Ancaman) : 2 = ( 3.06 – 1.67 ) : 2 = 0.7

Jadi  titik koordinatnya terletak  pada ( 0.1 ; 0.7 )

Posisi  Swot perusahaan.

 

Setelah diketahui titik pertemuan diagonal-diagonal tersebut (X), maka posisi unit usaha diketahui pada kuadran I namun cenderung dekat pada kuadran IV sehingga perlu diadakan penyempurnaan analisis dengan menghitung luasan wilayah pada tiap-tiap kuadran. Hasil perhitungan dari masing-masing kuadran dapat digambarkan pada tabel berikut ini :

 

Tabel

Luasan Matrik dan Prioritas Strategi

Kuadran Posisi titik Luas matrik Ranking Prioritas Strategi

I

( 2.67 ; 3.06 )

8.17

1

Growth

II

( 2.47 ; 3.06 )

7.56

2

Stabilitas

III

( 2.47 ; 1.67 )

4.12

4

Penciutan

IV

( 2.67 ; 1.67 )

4.46

3

Kombinasi

Uraian mengenai posisi ranking luas matrik kuadran pada Tabel diatas antara lain :

1. Ranking ke 1 : Pada kuadran ke I dengan luas matrik 8.17

2. Ranking ke 2 : Pada kuadran II dengan luas matrik 7.56

3. Ranking ke 3 : Pada kuadran IV dengan luas matrik 4.46

4. Ranking ke 4 : Pada kuadran III dengan luas matrik 4.12

 

Strategi Generik Michael R. Porter

Menurut Porter, jika perusahaan ingin meningkatkan usahanya dalam persaingan yang semakin ketat, perusahaan harus memilih prinsip berbisnis, yaitu produk dengan harga tinggi atau produk yang berbiaya rendah. Tidak dapat memilih keduanya sekaligus. Berdasarkan prinsip tersebut, Porter menyatakan ada 3 prinsip Generic strategic, yaitu :

Strategi Diferensiasi ( Differentiation ) –> Cirinya adalah perusahaan memutuskan untuk membangun persepsi pasar terhadap produk nya, sehingga Nampak berbeda dari para pesaing. Hal ini akan membuat customer rela membeli lebih mahal atas nilai lebih produk tersebut.

Strategi Kepemimpinan Biaya Menyeluruh ( overall cost leadership ) –> Cirinya adalah perusahana mengkonsentrasikan perhatiannya kepada harga jual produk yang murah dengan menekan biaya produksi, promosi, dan risetnya. Jika perlu, produk yang dihasilkan hanya meniru produk oesaing.

Strategi focus –> Cirinya adalah perusahaan mengkonsentrasikan pada pangsa pasar tertentu saja untuk menghindar dari pesaing.

 

            Dengan dasar strategi tersebut, mobil 88 lebih mengarahkan pilihannya kepada strategi diferensiasi, yaitu bagaimana perusahaan ini dapat membangun image yang berbeda di benak masyarakat bahwa mobil-mobil yang dijual mempunyai nilai lebih dari sisi kualitas produk, keabsahan dokumen, fasilitas yang baik, hingga layanan purna jual yang di berikan.

Sehingga customer akan rela membeli lebih mahal dibandingkan mereka harus membeli di showroom lain, karena mereka merasakan keamanan dan kenyamanan yang lebih baik. Di sisi lain pun, mobil 88 telah memiliki bargaining power yang dapat diandalkan untuk senantiasa menjadi pemimpin pasar mobil bekas di Indonesia.

Strategi Organisasi mobil 88 – Sungkono

Keunggulan bersaing yang dimiliki oleh mobil 88 bila dilihat dari Generic Strategies Michael Porter, terletak pada diferensiasi yaitu bagaimana perusahaan ini dapat membangun image yang berbeda di benak masyarakat bahwa mobil-mobil yang dijual mempunyai nilai lebih dari sisi kualitas produk, keabsahan dokumen, fasilitas yang baik, hingga layanan purna jual yang di berikan.

Sehingga customer akan rela membeli lebih mahal dibandingkan mereka harus membeli di showroom lain, karena mereka merasakan keamanan dan kenyamanan yang lebih baik. Di sisi lain pun, mobil 88 telah memiliki bargaining power yang dapat diandalkan untuk senantiasa menjadi pemimpin pasar mobil bekas di Indonesia.

Oleh karena itu, dengan diferensiasi yang dimiliki tersebut, mobil 88  dapat melakukan strategi-strategi berikut :

1. Pengembangan Pasar (Market Development)

Dengan hadirnya semakin banyak pesaing di pasar mobil bekas, maka mobil 88 perlu melakukan pengembangan pasar sebagai bentuk perwujudan dari Total Quality Management. Berdasarkan data dari testimony pelanggan, banyak pertanyaan yang muncul seperti mengapa mobil 88 hanya bekerjasama dengan OTO dan ACC saja. Sedangkan banyak perusahaan leasing lain maupun bank-bank yang menyediakan kredit kendaraan bermotor dapat menawarkan bunga pinjaman yang lebih ringan.

Oleh karena itu, mobil 88 dapat mencoba untuk mengadakan kerjasama dengan leasing lain dengan tujuan untuk dapat menjaring pelanggan yang lebih banyak. Dengan kemudahan yang ditawarkan tersebut, mobil 88 dapat semakin menambah daya saingnya untuk senantiasa menjadi perusahaan nomor satu di pasar mobil bekas Indonesia.

Selain itu, dengan lokasi yang cukup strategis di daerah Surabaya barat dan dekat dengan pintu tol kota satelit memungkinkan untuk mobil 88 memfokuskan penjualannya kepada masyarakat menegah ke atas di daerah Surabaya barat dan yang berdomisili di sekitar Sidoarjo, Malang, maupun Mojokerto. Sehingga mobil 88 dapat menganalisa mobil merk apa saja yang diminati. Dengan demikian, pembelian unit akan dapat di efektifkan lagi.

2. Pengembangan Produk (Product Development)

Selain menawarkan mobil bekas dengan kondisi bukan ex-tabrak atau ex-banjir, kualitas display interior dan eksterior perlu lebih ditingkatkan lagi. Untuk varian unit sendiri dapat mulai bermain di mobil kelas premium seperti : Mitsubishi Pajero, BMW 320i, Toyota Alphard, Honda All New Civic, maupun Honda Accord yang selama ini jarang dibidik. Dengan memperbaiki kualitas unit dan memperbanyak varian produk, customer akan mendapat banyak pilihan model yang sesuai dengan selera masing-masing.

 

Kebijakan Organisasi

  1. Memperluas jaringan (network) yang telah terjalin dengan OTO dan ACC dengan membuat MoU atau perjanjian kerjasama dengan pihak leasing lain dan bank-bank penyedia kredit kendaraan bermotor.
  2. Memperbanyak varian produk kelas premium yang banyak dicari oleh masyarakat kalangan menengah ke atas.

 

Program Kerja Organisasi

Berikut ini disajikan tabel program kerja organisasi yang dibuat berdasarkan strategi organisasi. Dalam program kerja yang dibuat, harus mengandung competitive advantage sebagai berikut :

1. Cost Advantage, terdiri dari :

  • Variable cost
  • Biaya pemasaran
  • Biaya operasional

2. Differentation Advantage, terdiri dari :

  • Product differentiation
  • Service Quality
  • Brand reputation

3. Marketing Advantage, terdiri dari :

  • Distribution
  • Usaha penjualan
  • Brand Awareness

 

Program Kerja

Competitive Advantage

 

Cost Advantage

Differentation Advantage

Marketing Advantage

 
Kerjasama dengan leasing lain Variable Cost :

Memperbanyak pilihan jenis leasing dalam mendukung transaksi penjualan kredit.

Product Differentation :

Sales Advisor (SA) melayani permintaan perhitungan simulasi kredit secara detail dan rinci.

Distribution :

Menggunakan broadcast message Blackberry, blog pribadi Sales Advisor, calling customer Repeat Order.

 
Biaya Pemasaran :

Customer yang membeli secara kredit berhak mendapatkan fasilitas free asuransi TLO dengan syarat dan ketentuan tertentu.

Service Quality:

  • Memberikan unit berkualitas
  • Polis Asuransi dapat diambil langsung di kantor atau meminta di kirimkan ke rumah customer
Usaha Penjualan:

Dengan melakukan pemasangan iklan di harian surat kabar, maupun berniaga.com

 
Biaya Operasional :

Memanfaatkan fasilitas dari perusahaan, seperti internet, wifi, telepon, fax, dsb

Brand Reputation:

  • Member of Astra Group
  • Used car – mobil 88
Brand Awareness:

  • Member of Astra Group
  • Used car – mobil 88
 
Memperbanyak varian produk kelas premium Variable Cost:

Memperbanyak prospek BLO oleh Appraiser

Product Differentation:

Memiliki tenaga Appraiser yang mempunyai kompetensi sesuai standar Astra.

Distribution:

Appraiser memperbanyak canvassing terutama ke daerah-daerah perumahan elite.

 
Biaya Pemasaran:

Appraiser melakukan penilaian terhadap unit dengan memperhitungkan biaya rekondisi unit tersebut.

Service Quality:

  • Fasilitas test drive untuk customer
  • Setiap pembelian unit “retail” mendapatkan fasilitas BBM full tank
Usaha Penjualan:

Dengan melakukan pemasangan iklan di harian surat kabar, calling customer repeat order, maupun berniaga.com

 
Biaya Operasional:

Memanfaatkan fasilitas dari perusahaan, seperti internet, wifi, telepon, fax, dsb

Brand Reputation:

  • Member of Astra Group
  • Used car – mobil 88
Brand Awareness:

  • Member of Astra Group
  • Used car – mobil 88
 
 
 
 
 

 

 

 

Tugas individu SIA 2 – UAS

Nama   : Faureza Dita Aji Perdana

NIM    : 01111013

Kelas   : B

Tugas Individu

Business Process Reengineering ( BPR )

Adalah pemikiran kembali secara fundamental dan perancangan kembali proses bisnis secara radikal, dihasilkan dari sumber daya organisasi yang tersedia. BPR menggunakan pendekatan untuk merancang kembali cara kerja dalam mendukung misi organisasi dan efisiensi dalam hal biaya. Perancangan ulang dimulai menganalisa dan memahami misi organisasi, tujuan strategis, dan kebutuhan pelanggan. BPR meliputi analisis dan alur kerja, serta setiap proses yang terjadi dalam sebuah organisasi. Berdasarkan Daven ports (1990), proses bisnis adalah sekelompok tugas-tugas yang saling berhubungan secara logis, dilaksanakan untuk mencapai sebuah hasil bisnis yang jelas. Hal ini banyak ditemui di beberapa pekerjaan, dimana salah satu tahapan proses yang ada tidak memberikan nilai tambah bagi konsumen, sehingga lebih baik untuk di hilangkan. Perusahaan seharusnya menimbang proses mereka untuk dapat memaksimalkan nilai konsumen sementara meminimalkan konsumsi sumber daya yang diperlukan untuk menghasilkan barang dan jasa tersebut.

Re-engineering (“rekayasa ulang”) mempunyai pengertian sebagai dasar dari perkembangan manajemen yang ada sampai sekarang ini. Tim lintas-fungsional (Cross-functional team) adalah salah satu contohnya. Yaitu bagaimana mereka telah banyak dikenal karena perannya dalam perancangan ulang tugas-tugas fungsional yang terpisah menjadi proses-proses lintas-fungsional yang lengkap. Dalam hal misi dan tujuan, perancangan ulang memfokuskan kepada proses bisnis organisasi dengan menetapkan prosedur untuk mengelola sumber daya yang ada, sehingga dapat digunakan untuk memproduksi barang dan jasa yang memenuhi kebutuhan pelanggan. Perancangan ulang mengidentifikasikan, menganalisa, dan merancang ulang proses inti bisnis organisasi dengan tujuan untuk mencapai hasil maksimal. Sehingga produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik, namun tetap efisien secara biaya, dan waktu pengerjaan.

Contoh perusahaan yang telah melaksanakan BPR adalah seperti General Motors (GM), American Airlines, Ford, atau Procter & Gamble (P&G) telah membuktikan BPR sebagai langkah yang tepat untuk melakukan efisiensi serta efektivitas operasi. GM merombak sistem informasinya dengan hanya memakai satu jenis platform saja, HP untuk printernya, Microsoft untuk sistem, kemudian Novel untuk sekuritasnya.

Prototyping

Prototyping merupakan salah satu metode pengembangan perangat lunak yang banyak digunakan. Dengan metode prototyping ini pengembang dan pelanggan dapat saling berinteraksi selama proses pembuatan sistem. Seing terjadi seorang pelanggan hanya mendefinisikan secara umum apa yang dikehendakinya tanpa menyebutkan secara detal output apa saja yang dibutuhkan, pemrosesan dan data-data apa saja yang dibutuhkan. Sebaliknya disisi pengembang kurang memperhatikan efesiensi algoritma, kemampuan sistem operasi dan interface yang menghubungkan manusia dan komputer.

Untuk mengatasi ketidakserasian antara pelanggan dan pengembang , maka harus dibutuhakan kerjasama yanga baik diantara keduanya sehingga pengembang akan mengetahui dengan benar apa yang diinginkan pelanggan dengan tidak mengesampingkan segi-segi teknis dan pelanggan akan mengetahui proses-proses dalm menyelasaikan sistem yang diinginkan. Dengan demikian akan menghasilkan sistem sesuai dengan jadwal waktu penyelesaian yang telah ditentukan.

Tahap-tahap di dalam prototyping :

  1. Pengumpulan kebutuhan
  2. Membangun prototyping dengan  membuat perancangan sementara yang berfokus pada penyajian kepada pelanggan
  3. Evaluasi prototyping
  4. Memberi kode terhadap system
  5. Menguji coba sistem tersebut
  6. Evaluasi sistem
  7. Untuk perangkat lunak yang telah diuji, dapat langsung digunakan

Contoh perusahaan yang telah melakukan prototyping adalah PT. Mitrais dengan produknya yang bernama KMS Standard Edition. Fitur yang terdapat pada KMS adalah: proses klinis, pencatatan sejarah medis pasien, administrasi data pasien, administrasi pegawai rumah sakit, administrasi biaya perawatan pasien, dan pengelolaan logistik. Adapun pengguna sistem informasi ini adlah pegawai administrasi dan petuags medis. Aplikasi ini telah dipakai oleh salah satu rumah sakit di Indonesia.

Computer Aided Software Engineering (CASE)

Adalah aplikasi ilmiah seperangkat alat dan metode untuk sebuah sistem perangkat lunak yang dimaksudkan untuk menghasilkan produk software yang berkualitas tinggi, bebas cacat, dan terpelihara. Hal ini juga mengacu pada metode untuk pengembangan sistem informasi bersama-sama dengan alat otomatis yang dapat digunakan dalam proses pengembangan perangkat lunak. Hal ini dapat merujuk kepada perangkat lunak yang digunakan untuk pengembangan perangkat lunak sistem otomatis, yaitu kode komputer. Fungsi kasus meliputi analisis, desain, dan pemrograman. CASE tools mengotomatisasi metode untuk merancang, mendokumentasikan, dan menghasilkan kode komputer terstruktur dalam bahasa pemrograman yang diinginkan.

CASE merupakan suatu teknik yang digunakan untuk membantu satu atau beberapa fase dalam life-cycle software, termasuk fase analisis, desain, implementasi dan maintenance dari software tersebut. CASE tools memperbesar kemungkinan otomatisasi pada setiap fase life-cycle software, demikian juga sangat membantu dalam meningkatkan kualitas design model suatu software    sebelum software itu dibangun/dikembangkan, baik itu untuk software yang dibangun dalam simple maupun complex environment.

Ada banyak tools yang mendukung pembangunan/pengembangan suatu software. Agar tidak membingungkan, CASE tools dibagi menjadi beberapa kategori:

  • Information engineering-supporting products. Ada beberapa proses dari life-cycle, yang dihasilkan dari rencana strategis dari perusahaan dan yang menyediakan suatu repository untuk membuat dan memelihara enterprise models, data models dan process models.
  • Structured diagramming-supporting products. Produk ini sangat mendukung dalam memodelkan data flow, control flow dan entity flow.
  • Structured development aids-providing products. Merupakan produk yang cocok digunakan oleh sistem analis, karena didukung oleh suatu proses terstruktur sehingga penganalisaan lebih cepat dan akurat.
  • Application-code-generating products. Produk ini mampu menghasilkan application-code untuk tujuan tertentu yang telah ditetapkan oleh designer.

Contoh perusahaan yang telah melaksanakan CASE tools adalah PT. Serasi Autoraya dengan layanan bantuan bernama SERA helpdesk. Dimana helpdesk berfungsi :

–        Memberikan bantuan 24 jam untuk membantu mengatasi masalah.

–        Bertindak sebagai penjelas informasi, koordinasi, dan pemberi bantuan.

–        Melatih para pemakai akhir, tentang bagaimana menggunakan hardware atau software tertentu, dan menyediakan pemeliharaan dan dukungan yang memadai.

–        Mengevaluasi produk hardware dan produk software pemakai yang baru.

–        Membantu pengembangan aplikasi.

–        Mengembangkan dan mengimplementasikan berbagai standar.

–        Mengendalikan data perusahaan.

 

Tugas rangkuman siklus pruduksi – Sistem Informasi Akuntansi

Siklus Produksi

Siklus produksi adalah serangkaian aktifitas bisnis dan kegiatan pengolahan data yang berkaitan dengan proses pembuatan produk. Arus informasi yang yang masuk ke siklus produksi dari siklus lain, yaitu :

  • Siklus pendapatan à menyediakan informasi mengenai order customer dan perkiraan penjualanuntuk digunakan dalam perencanaan produksi dan persediaan.
  • Siklus pengeluaran à menyediakan informasi untuk memperoleh bahan mentah dan mengontrol pengeluaran lain yang termasuk overhead pabrik.
  • Siklus penggajian à menyediakan informasi tentang biaya karyawan dan ketersediaannya,

Arus informasi yang datang dari siklus pengeluaran adalah :

  • Siklus pendapatan menerima informasi dari siklus produksi tentang barang jadi yang tersedia untuk dijual.
  • Siklus pengeluaran menerima informasi tentang kebutuhan akan bahan mentah.
  • Siklus penggajian menerima informasi tentang tersedianya tenaga kerja.
  • Buku besar dan sistem pelaporan menerima informasi tentang harga pokok produksi.

Keputusan yang harus dibuat dalam sebuah siklus produksi meliputi :

  1. Bagaimana sebuah produk akan dibuat
  2. Bagaimana penentuan harga akan produk tersebut
  3. Bagaimana pengalokasian sumberdaya yang ada
  4. Bagaimana kontrol akan biaya yang timbul, serta evaluasi hasil

Dalam suatu siklus produksi, ada 4 aktivitas utama di dalamnya yaitu desain produk, perencanaan dan penjadwalan, kegiatan produksi, serta akuntansi biaya.

Desain produk

Perancangan produk merupakan tahap awal dari sistem produksi. Tujuan dari aktivitas ini adalah untuk merancang sebuah produk yang memenuhi keinginan konsumen dalam hal kualitas, lama pengerjaan, dan biaya produksi yang rendah. Dokumen yang dihasilkan dalam aktivitas ini adalah (1) Daftar kebutuhan bahan (bill of material) yang berisi rincian bahan baku, baik spesifikasi, kode, nama, dan kuantitas setiap jenis bahan baku yang akan digunakan dalam produksi, (2) Daftar kegiatan (operation list) yang menetapkan tenaga kerja dan persyaratan mesin yang digunakanuntuk membuat produk.

Akuntan harus memainkan peranan penting, karena 65%-80% dari total biaya produk ditentukan oleh tahap ini.

Perancangan dan penjadwalan produksi

Tujuan dilakukannya tahap ini adalah produksi dilakukan seefisien mungkin untuk memenuhi pesanan yang ada. Dan kemungkinan permintaan jangka pendek, tanpa menghasilkan jumlah produk yang berlebih. Ada 2 metode yang dipakai, yaitu :

a)      Perencanaan Sumberdaya Manufaktur (Manufacturing Resource Planning/MRP II

Merupakan metode yang mencari keseimbangan antara kapasitas produksi yang dimiliki dengan kebutuhan bahan baku utnuk memenuhi permintaan pembelian. Sistem ini sering disebut push manufacturing system.

b)      Sistem manufaktur Just-in-time (JIT)

Tujuannya adalah untuk meminimumkan persediaan bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi. Sering juga disebut pull manufacturing system, karena barang hanya diproduksi jika ada order dari pelanggan. Tetapi dalam praktik, sistem ini lebih condong beroperasi atas dasar rencana produksi jangka pendek.

Dokumen yang digunakan adalah (1) Jadwal produksi (Master Production Schedule) Dokumen ini menetapkan jumlah unit produk yang harus dibuat dalam satu putaran produksi, dan waktu pelaksanaan aktivitas produksi. (2) Order Produksi (Production Order) berisi daftar kegiatan yang dilakukan, kuantitas yang diproduksi, dan lokasi pengiriman produk. (3) Bukti Permintaan Bahan baku (Material Requisition) digunakan untuk meminta bahan baku ke gudang. Berisi informasi berupa nomor order, tanggal dikeluarkan, kode dan kuantitas bahan baku. (4) Tiket perpindahan (Move ticket) dokumen untuk mencatat perpindahan bahan dan barang dari gudang.

Proses Produksi    

Aktivitas yang terkait dalam proses produksi ini bervariasi, tergantung tingkat kompleksitas produk yang dihasilkan dan teknlogi pemrosesan yang digunakan. Penggunaan teknologi informasi seperti robot dan mesin yang dikendalikan computer disebut computer integrated manufacturing (CIM)dapat mengurangi biaya produksi dalam jumlah banyak. Salah satu efek penggunaan CIM adalah perubahan dari produksi masal menjadi produksi berdasar permintaan.

Sistem Akuntansi Biaya

Tahap akhir dari system produksi adalah sistem akuntansi biaya. Bertujuan untuk (a) menghasilkan informasi untuk perencanaan, pengendalian, dan penilaian kinerja kegiatan produksi, (b) menghasilkan informasi biaya yang akurat  agar dapat digunakan sebagai dasar penentuan harga dan komposisi produk, dan (c) menghasilkan informasi untuk menghitung nilai persediaan dan harga pokok penjualan.

Jenis-jenis system akuntansi biaya yang umum digunakan adalah (1) sistem penentuan harga pokok pesanan (job order costing) membebankan biaya kek kelompok tertentu misalnya pesanan. Cara ini digunakan jika produk yang dibuat dan dijual memiliki spesifikasi yang berbeda. Contoh perusahaan konstruksi (2) system penentuan harga pokok proses (process costing) membebankan biaya kepada setiap proses atau departemen produksi, kemudian menghitung rata-rata biaya produk per unit. Contoh perusahaan cat.

Ancaman dalam Desain Produk

1)      Desain produk yang buruk

2)      Produksi yang terlalu banyak atau terlalu rendah

3)      Investasi dalam aktiva tetap

4)      Pencurian persediaan atau aktiva tetap

5)      Gangguan dalam proses

6)      Kesalahan pada pencatatan dan data aktivitas proses produksi

7)      Kehilangan data atau tidak diotorisasi

8)      Performa yang buruk

Kebutuhan informasi dalam siklus produksi

Dalam sistem tradisional, data produksi tidak terhubung dengan data keuangan, dan system akuntansi biaya terpisah dari sistem informasi dalam proses produksi. Tetapi bagaimanapun informasi data keuangan dan operasi sangat dibutuhkan mengatur dan mengevaluasi aktivitas ini.

Dua hal yang menjadi kelemahan sistem akuntansi biaya tradisional :

  • Biaya overhead yang tidak dialokasikan dengan merata
  • Laporan tidak dapat menggambarkan dengan akurat dampak dari otomasi gudang

Solusi untuk dapat mengalokasikan biaya overhead ke setiap produk yang dihasilkan adalah dengan Activity Based Costing (ABC) bahwa metode ini dapat menelusuri langsung proporsi terbesar dari biaya overhead suatu produk. Selain itu, keuntungan dari metode ini adalah dapat menghasilkan data biaya yang lebih akurat sehingga dapat menentukan harga terbaik untuk suatu produk, serta dapat menghasilkan data biaya yang lebih detail untuk membantu pengambil keputusan dalam mengontrol total biaya.

            Saat perusahaan melakukan transisi dari sistem produksi tradisional menjadi sistem manufaktur, tingkat persediaan akan mengalami perubahan. Sehingga, konsekuensinya adalah bahwa hampir semua biaya produksi tahun berjalan harus dibiayakan pada tahun itu juga.

Kontrol kualitas

Kontrol terhadap kualitas dapat digolongkan menjadi 4, yaitu :

  1. Biaya pencegahan (biaya untuk mengurangi tingkat produk gagal)
  2. Biaya inspeksi (biaya untuk memastikan produk yang dihasilkan sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan)
  3. Biaya kegagalan internal (biaya pengerjaan kembali dan pemusnahan produk yang teridentifikasi tidak layak jual)
  4. Biaya kegagalan eksternal