Tugas individu SIA 2 – UAS

Nama   : Faureza Dita Aji Perdana

NIM    : 01111013

Kelas   : B

Tugas Individu

Business Process Reengineering ( BPR )

Adalah pemikiran kembali secara fundamental dan perancangan kembali proses bisnis secara radikal, dihasilkan dari sumber daya organisasi yang tersedia. BPR menggunakan pendekatan untuk merancang kembali cara kerja dalam mendukung misi organisasi dan efisiensi dalam hal biaya. Perancangan ulang dimulai menganalisa dan memahami misi organisasi, tujuan strategis, dan kebutuhan pelanggan. BPR meliputi analisis dan alur kerja, serta setiap proses yang terjadi dalam sebuah organisasi. Berdasarkan Daven ports (1990), proses bisnis adalah sekelompok tugas-tugas yang saling berhubungan secara logis, dilaksanakan untuk mencapai sebuah hasil bisnis yang jelas. Hal ini banyak ditemui di beberapa pekerjaan, dimana salah satu tahapan proses yang ada tidak memberikan nilai tambah bagi konsumen, sehingga lebih baik untuk di hilangkan. Perusahaan seharusnya menimbang proses mereka untuk dapat memaksimalkan nilai konsumen sementara meminimalkan konsumsi sumber daya yang diperlukan untuk menghasilkan barang dan jasa tersebut.

Re-engineering (“rekayasa ulang”) mempunyai pengertian sebagai dasar dari perkembangan manajemen yang ada sampai sekarang ini. Tim lintas-fungsional (Cross-functional team) adalah salah satu contohnya. Yaitu bagaimana mereka telah banyak dikenal karena perannya dalam perancangan ulang tugas-tugas fungsional yang terpisah menjadi proses-proses lintas-fungsional yang lengkap. Dalam hal misi dan tujuan, perancangan ulang memfokuskan kepada proses bisnis organisasi dengan menetapkan prosedur untuk mengelola sumber daya yang ada, sehingga dapat digunakan untuk memproduksi barang dan jasa yang memenuhi kebutuhan pelanggan. Perancangan ulang mengidentifikasikan, menganalisa, dan merancang ulang proses inti bisnis organisasi dengan tujuan untuk mencapai hasil maksimal. Sehingga produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik, namun tetap efisien secara biaya, dan waktu pengerjaan.

Contoh perusahaan yang telah melaksanakan BPR adalah seperti General Motors (GM), American Airlines, Ford, atau Procter & Gamble (P&G) telah membuktikan BPR sebagai langkah yang tepat untuk melakukan efisiensi serta efektivitas operasi. GM merombak sistem informasinya dengan hanya memakai satu jenis platform saja, HP untuk printernya, Microsoft untuk sistem, kemudian Novel untuk sekuritasnya.

Prototyping

Prototyping merupakan salah satu metode pengembangan perangat lunak yang banyak digunakan. Dengan metode prototyping ini pengembang dan pelanggan dapat saling berinteraksi selama proses pembuatan sistem. Seing terjadi seorang pelanggan hanya mendefinisikan secara umum apa yang dikehendakinya tanpa menyebutkan secara detal output apa saja yang dibutuhkan, pemrosesan dan data-data apa saja yang dibutuhkan. Sebaliknya disisi pengembang kurang memperhatikan efesiensi algoritma, kemampuan sistem operasi dan interface yang menghubungkan manusia dan komputer.

Untuk mengatasi ketidakserasian antara pelanggan dan pengembang , maka harus dibutuhakan kerjasama yanga baik diantara keduanya sehingga pengembang akan mengetahui dengan benar apa yang diinginkan pelanggan dengan tidak mengesampingkan segi-segi teknis dan pelanggan akan mengetahui proses-proses dalm menyelasaikan sistem yang diinginkan. Dengan demikian akan menghasilkan sistem sesuai dengan jadwal waktu penyelesaian yang telah ditentukan.

Tahap-tahap di dalam prototyping :

  1. Pengumpulan kebutuhan
  2. Membangun prototyping dengan  membuat perancangan sementara yang berfokus pada penyajian kepada pelanggan
  3. Evaluasi prototyping
  4. Memberi kode terhadap system
  5. Menguji coba sistem tersebut
  6. Evaluasi sistem
  7. Untuk perangkat lunak yang telah diuji, dapat langsung digunakan

Contoh perusahaan yang telah melakukan prototyping adalah PT. Mitrais dengan produknya yang bernama KMS Standard Edition. Fitur yang terdapat pada KMS adalah: proses klinis, pencatatan sejarah medis pasien, administrasi data pasien, administrasi pegawai rumah sakit, administrasi biaya perawatan pasien, dan pengelolaan logistik. Adapun pengguna sistem informasi ini adlah pegawai administrasi dan petuags medis. Aplikasi ini telah dipakai oleh salah satu rumah sakit di Indonesia.

Computer Aided Software Engineering (CASE)

Adalah aplikasi ilmiah seperangkat alat dan metode untuk sebuah sistem perangkat lunak yang dimaksudkan untuk menghasilkan produk software yang berkualitas tinggi, bebas cacat, dan terpelihara. Hal ini juga mengacu pada metode untuk pengembangan sistem informasi bersama-sama dengan alat otomatis yang dapat digunakan dalam proses pengembangan perangkat lunak. Hal ini dapat merujuk kepada perangkat lunak yang digunakan untuk pengembangan perangkat lunak sistem otomatis, yaitu kode komputer. Fungsi kasus meliputi analisis, desain, dan pemrograman. CASE tools mengotomatisasi metode untuk merancang, mendokumentasikan, dan menghasilkan kode komputer terstruktur dalam bahasa pemrograman yang diinginkan.

CASE merupakan suatu teknik yang digunakan untuk membantu satu atau beberapa fase dalam life-cycle software, termasuk fase analisis, desain, implementasi dan maintenance dari software tersebut. CASE tools memperbesar kemungkinan otomatisasi pada setiap fase life-cycle software, demikian juga sangat membantu dalam meningkatkan kualitas design model suatu software    sebelum software itu dibangun/dikembangkan, baik itu untuk software yang dibangun dalam simple maupun complex environment.

Ada banyak tools yang mendukung pembangunan/pengembangan suatu software. Agar tidak membingungkan, CASE tools dibagi menjadi beberapa kategori:

  • Information engineering-supporting products. Ada beberapa proses dari life-cycle, yang dihasilkan dari rencana strategis dari perusahaan dan yang menyediakan suatu repository untuk membuat dan memelihara enterprise models, data models dan process models.
  • Structured diagramming-supporting products. Produk ini sangat mendukung dalam memodelkan data flow, control flow dan entity flow.
  • Structured development aids-providing products. Merupakan produk yang cocok digunakan oleh sistem analis, karena didukung oleh suatu proses terstruktur sehingga penganalisaan lebih cepat dan akurat.
  • Application-code-generating products. Produk ini mampu menghasilkan application-code untuk tujuan tertentu yang telah ditetapkan oleh designer.

Contoh perusahaan yang telah melaksanakan CASE tools adalah PT. Serasi Autoraya dengan layanan bantuan bernama SERA helpdesk. Dimana helpdesk berfungsi :

–        Memberikan bantuan 24 jam untuk membantu mengatasi masalah.

–        Bertindak sebagai penjelas informasi, koordinasi, dan pemberi bantuan.

–        Melatih para pemakai akhir, tentang bagaimana menggunakan hardware atau software tertentu, dan menyediakan pemeliharaan dan dukungan yang memadai.

–        Mengevaluasi produk hardware dan produk software pemakai yang baru.

–        Membantu pengembangan aplikasi.

–        Mengembangkan dan mengimplementasikan berbagai standar.

–        Mengendalikan data perusahaan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>